Berita

Workshop Program TEMANI Pada Pasien Kanker Kolorektal Dengan Stoma

Selasa, 28 Juli 2026265 dilihat
Workshop Program TEMANI Pada Pasien Kanker Kolorektal Dengan Stoma

rspersahabatan.go.id, Jakarta. Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan menyelenggarakan Workshop Program TEMANI Pada Pasien Kanker Kolorektal Dengan Stoma, bertempat di  di Auditorium Lt. 8 Prof. Dr. Rasmin Rasjid, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung 27-28 Juli 2026 secara Blender Learning ini diikuti 50 peserta pelatihan. Pasien kanker kolorektal dengan stoma menghadapi tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga aspek psikologis dan sosial.

Perubahan fungsi tubuh, perubahan citra diri, kebutuhan perawatan stoma yang berkelanjutan, serta penyesuaian terhadap pola hidup baru sering kali menimbulkan kecemasan, ketidaknyamanan, penurunan kepercayaan diri, bahkan kesulitan dalam menerima kondisi diri. Situasi ini dapat memengaruhi kualitas hidup pasien secara menyeluruh apabila tidak ditangani secara komprehensif.

Dalam proses perawatan jangka panjang, pasien tidak cukup hanya dibekali pengetahuan medis
dan teknis mengenai penyakit serta perawatan stoma, tetapi juga memerlukan dukungan
psikososial untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi.

Penerimaan diri dan efikasi diri menjadi dua aspek penting yang berperan dalam keberhasilan pasien menjalani manajemen diri. Pasien dengan penerimaan diri yang baik cenderung lebih mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi kesehatannya, sedangkan efikasi diri yang tinggi akan mendorong pasien lebih percaya diri dalam melakukan perawatan, memantau kondisi, serta mengambil keputusan terkait kesehatannya.

Program TEMANI hadir sebagai salah satu bentuk pendampingan yang dirancang untuk
membantu pasien dalam menghadapi tantangan tersebut. Melalui pendekatan yang terstruktur, program ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi, pendampingan, dan monitoring bagi pasien, sehingga mereka tidak hanya memahami kondisi yang dialami, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menjalani perawatan secara mandiri dan berkelanjutan.

Agar implementasi program berjalan optimal, diperlukan pemahaman yang baik dari para pelaksana maupun pihak terkait mengenai konsep program, intervensi psikososial yang diberikan, serta mekanisme monitoring yang tepat.(Hukmas)

#Workshop Stoma#perawat
RS Persahabatan
Memuat