Berita

Edukasi Kesehatan Kenali Dry Socket, Cegah Komplikasi Setelah Pencabutan Gigi!

Senin, 2 November 20262 dilihat
Edukasi Kesehatan Kenali Dry Socket, Cegah Komplikasi Setelah Pencabutan Gigi!

Senin (02/11/2026) bertempat di Poli Gigi, Instalasi Pemasaran & Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) berkolaborasi dengan Dokter Muda Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) menyelenggarakan edukasi kesehatan mengenai Dry Socket atau Alveolar Osteitis sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang komplikasi yang dapat terjadi setelah pencabutan gigi.

Dry Socket merupakan komplikasi pasca pencabutan gigi, terutama gigi geraham bungsu, ketika bekuan darah gagal terbentuk atau terlepas terlalu dini dari lubang bekas pencabutan. Kondisi ini menyebabkan tulang dan saraf di area tersebut terbuka sehingga dapat memicu nyeri hebat serta memperlambat proses penyembuhan.

Peserta diberikan edukasi mengenai pentingnya bekuan darah dalam proses penyembuhan luka setelah pencabutan gigi. Bekuan darah berfungsi melindungi tulang dan saraf selama masa pemulihan. Apabila bekuan darah rusak atau terlepas terlalu cepat, risiko terjadinya Dry Socket dapat meningkat.

Materi juga membahas berbagai penyebab dan faktor risiko Dry Socket, seperti kebiasaan merokok atau menggunakan vape, berkumur dan meludah terlalu kuat setelah pencabutan gigi, menggunakan sedotan terlalu cepat, kebersihan mulut yang kurang terjaga, tidak mengikuti instruksi dokter gigi, serta tindakan pencabutan gigi yang sulit, terutama gigi bungsu.

Selain itu, peserta diajak mengenali tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, antara lain nyeri hebat berdenyut pada hari ke-2 hingga ke-4 setelah pencabutan gigi yang dapat menjalar ke telinga dan pelipis, soket bekas pencabutan yang tampak kosong dengan tulang berwarna keabuan, bau mulut, rasa tidak enak di mulut, serta nyeri yang tidak kunjung membaik meskipun telah mengonsumsi obat.

Edukasi turut membahas langkah pencegahan melalui prinsip 5 JANGAN dan 3 HARUS. Hal yang harus dihindari yaitu merokok, berkumur terlalu kuat, meludah keras-keras, menggunakan sedotan, mengorek lubang bekas pencabutan, serta mengonsumsi makanan keras, panas, atau pedas. Sementara itu, hal yang harus dilakukan adalah menggigit kasa sesuai arahan dokter, menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara perlahan, serta melakukan kontrol dan mengonsumsi obat sesuai resep dokter.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai tanda bahaya yang memerlukan pemeriksaan segera ke dokter, seperti demam, keluarnya nanah, sulit menelan atau membuka mulut, serta perdarahan aktif. Penanganan oleh dokter gigi diperlukan untuk membantu mengurangi nyeri dan mempercepat proses penyembuhan.

Narasumber:

✨ Dokter Muda Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI)

Fasilitator:

✨ Eryuniyanti, S.Sos., M.I.Kom.

✨ Asvaweni, SKM., M.Kes.

✨ Inke Citra Maharani, S.Tr.Kes.

✨ Jihan Herdiana Putri, S.Tr.Kes.

Penanggung Jawab:

✨ Dr. Fetrina Lestari, S.KM., M.K.M.

🦷 Kenali gejalanya, cegah sejak dini, dan segera periksa! Mari jaga kesehatan gigi dan mulut dengan mengikuti anjuran dokter gigi, terutama setelah menjalani tindakan pencabutan gigi.

#EdukasiKesehatan#DrySocket#KesehatanGigi#GERMAS
RS Persahabatan
Memuat