Pengobatan Asma dan Penggunaan Inhalasi

Apa itu Asma
Asma adalah penyakit kronis pada saluran pernapasan yang menyebabkan peradangan dan penyempitan bronkus. Akibatnya, penderita mengalami gejala seperti sesak napas, batuk berulang, dan napas berbunyi "mengi". Gejala ini biasanya muncul secara berulang, terutama pada malam hari atau dini hari, dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Meskipun asma tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, kondisi ini dapat dikontrol dengan baik. Kuncinya ada pada 2 hal yaitu :
1. Pengobatan yang tepat
2. Pola hidup sehat.
Mengenal 2 Jenis Obat Asma
Dalam edukasi kesehatan yang disampaikan oleh Tim Apoteker RSUP Persahabatan, dijelaskan bahwa penanganan asma berfokus pada dua jenis obat utama yaitu:
Obat Pereda / Reliever yang digunakan saat terjadi serangan asma. Fungsinya untuk melebarkan saluran napas dengan cepat agar napas kembali lega. Contohnya inhaler berwarna biru.Obat Pengontrol / Controller Digunakan secara rutin setiap hari, meskipun tidak ada gejala. Fungsinya untuk mengurangi peradangan di saluran napas dan mencegah kekambuhan. Contohnya inhaler berwarna oranye atau putih.
Kedua jenis obat ini saling melengkapi. Reliever untuk mengatasi saat kambuh, sedangkan controller untuk mencegah agar tidak kambuh
Kunci Sukses: Teknik Inhalasi yang Benar
Penggunaan inhaler adalah pilar utama terapi asma. Namun, obat sebaik apapun tidak akan bekerja optimal jika cara pakainya salah.Terapi inhalasi tidak hanya digunakan saat sesak. Obat pengontrol harus digunakan rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan agar saluran napas tetap terbuka dan tidak meradang.
Tips agar inhaler bekerja maksimal:
Cuci tangan
Kocok inhaler sebelum digunakan,
Buang napas terlebih dahulu,
lalu hirup obat dalam-dalam saat menekan inhaler
Tahan napas selama 10 detik agar obat menempel sempurna di saluran napas
Berkumur setelah menggunakan inhaler jenis controller untuk mencegah efek samping sariawan
Kenali dan Hindari Faktor Pemicu
Selain obat, penderita asma juga perlu cerdas mengenali pemicu serangan.
Beberapa faktor pencetus yang umum antara lain:
Debu,
Asap rokok
Udara dingin
Infeksi saluran napas
Bulu hewan, dan
Aktivitas fisik berlebihan
Menghindari pemicu dan melakukan kontrol kesehatan secara berkala ke dokter adalah langkah penting agar asma tetap terkontrol.
Penutup
Dengan memahami jenis obat, menguasai teknik inhalasi yang benar, dan menghindari faktor pemicu, penderita asma dapat beraktivitas seperti biasa dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Ingat, asma bisa dikontrol. Bernapas lega, hidup lebih tenang.
Konsultasikan selalu pengobatan Anda ke dokter dan apoteker di fasilitas kesehatan terdekat
Sumber Materi :
apt. Muhammad Abbas Rifai
apt. Asri Nurfita Astuti
apt. Endah Darma Pratiwi
Penulis : Asvaweni., SKM., M.Kes
Inke Citra Maharani, S.Tr.Kes
Jihan Putri Herdiana, S.Tr.Kes
Editor : Eryuniyanti,, S. Sos., M. Ikom
Reviewer : Dr. Fetrina., SKM, M.Kes
